Kamis, 14 April 2011

METAMORFOSIS KUPU-KUPU

METAMORFOSIS KUPU-KUPU Terdapat golongan hewan yang mengalami tahapan perubahan bentuk atau disebut metamorfosis (perubahan tingkatan atau fase bentuk). Hewan yang berkembangbiak melalui proses metamorfosis antara lain, katak, kupu-kupu, belalang, nyamuk, dan kecoak. Golongan hewan yang bermetamorfosis ini dibedakan menjadi metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.
Disebut metamorfosis sempurna bila hewan mengalami empat fase, yaitu fase telur, larva, pupa (kepompong), dan imago (dewasa). Contoh katak, kupu-kupu, lalat hijau, dan kumbang mas-masan. Sedangkan metamorfosis tidak sempurna kalau serangga yang keluar dari telur tidak mengalami fase kepompong, melainkan dari larva terus berubah menjadi serangga dewasa. Contoh capung, tonggeret, kecoa, belalang, jangkrik, dan lipas. Kali ini kita hanya membahas mengenai metamorfosis sempurna dari kupu-kupu.
Kupu-kupu merupakan bentuk akhir dari suatu proses metamorfosis. Bentuk baru, berupa kupu-kupu, ini dapat terbang jauh dan bebas dari satu pohon ke pohon lainnya, suatu hal yang tidak dapat dilakukan seekor ulat. Makanannya pun tidak lagi daun melainkan sari bunga yang manis.
Skema Metamorfosis Kupu-kupu
Metamorfosis Kupu-Kupu
Tahapan yang dialami kupu-kupu, yaitu
1) Tahap larva (tempayak). Setelah induk kupu-kupu bertelur, kemudian telur
tersebut menetas menjadi larva yang disebut ulat, bentuk ulat sangat berbeda dari bentuk induknya. Tahap ini merupakan masa “makan”, seperti ulat yang terus makan dedaunan yang ada di sekitarnya.
2) Tahap kepompong. Setelah selesai masa makan, larva membentuk kepompong. Tahap ini merupakan masa istirahat. Di dalam kepompong terjadi perubahan bentuk, menjadi kupu-kupu.
3) Tahap dewasa. Kupu-kupu dewasa meninggalkan kepompong, lalu terbang mencari makan dengan cara menghisap sari bunga (nektar).
Referensi Pustaka
- Leadership Metamorfosis Oleh Yudistira S. A. Soedarsono & Wida Kusuma A.
- Ringkasan Pengetahuan Alam Oleh Rachmat


0 komentar:

Poskan Komentar